Archive for 八月 31st, 2016

印尼移工將於聯合國會議上呼籲國際關注移工權益

轉載自 [草根.行動.媒體]

撰文:在港印尼移工網絡(JBMI)新聞秘書Karsiwen
翻譯:車
圖:取自原文ATKI-HK Facebook

14117691_1211850962205927_8330588420128653721_n.jpg

中印對照:

Terpilih Memberi Pidato Pembuka KTT PBB di New York Eni Lestari, Buruh Migran Indonesia, Akan Paparkan Buruknya Kondisi Buruh Migran Di Depan Para Kepala Negara Dunia

經過一輪篩選,印尼移工Eni Lestari將會在紐約舉行的聯合國峰會上演講,向各國首長揭露移民工的苛刻境況。
JBMI, aliansi beranggotakan buruh migran dan keluarganya di Hong Kong, Macau, Taiwan dan Indonesia yang memperjuangkan perlindungan yang menjunjung hak dan martabat, menyambut gembira atas terpilihnya Eni Lestari sebagai pembicara di sesi pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi tentang Migran dan Pengungsi yang ke-71 (High Level Summit on Migrants and Refugee).

在港印尼移工網絡(Jaringan Buruh Migran Indonesia, JBMI)是一個由香港、澳門、台灣、印尼移民家務工及家庭組成的聯盟,為移工爭取權利和尊嚴。伴隨第71屆聯合國大會的召開,聯合國將主辦一次高級別會議,討論移民工和難民大規模流動的問題。JBMI歡迎Eni Lestari被挑選成為是次會議的開幕講者之一。

KTT akan diadakan pada tanggal 19 September 2016 bertempat di Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat dan dihadiri 1900 orang yang terdiri dari kepala negara, menteri, pemimpin PBB, masyarakat sipil, sektor swasta, organisasi internasional, akademisi.
Ini pertama kalinya PBB menyelenggarakan KTT untuk merancang sikap bersama yang lebih baik dalam menyikapi krisis migran dan pengungsi yang sedang terjadi di dunia. Keterbukaan PBB menerima pembicara yang benar-benar dari buruh migran adalah sebuah kemajuan karena selama ini suara buruh migran selalu diwakili oleh pihak yang bukan buruh migran. Buruh migran bisa menjelaskan persoalan yang dialami langsung dan juga solusi kongkret yang diinginkan.

峰會將會於2016年9月19日在美國紐約聯合國總部舉行。出席人數約為1900人,包括各國政府首長、聯合國首腦、民間團體、國際組織以及學者。這是聯合國第一次就全球移工和難民危機召開的會議,以尋求更好的解決方法及共識。

Sejak tahun 1990, PBB telah mengembangkan Konvensi Perlindungan Bagi Buruh Migran dan Keluarganya sebagai standar perlindungan. Namun ironisnya, meski Pemerintah Indonesia menjadi salah satu negara pengirim buruh migran terbesar dan telah meratifikasi sejak tahun 2012, tetapi belum terlihat upaya menyelaraskan standar peraturan nasional dengan konvensi ini.
1990年,聯合國簽署《保護所有移徙工人及其家庭成員權利國際公約》。但諷刺的是,當印尼自2012年開始批准大量外勞輸出,並成為輸出移民工最多的國家之一時,印尼政府沒有付出任何努力在國內立法以符合《公約》的標準。

Sebaliknya, posisi pemerintah Indonesia yang tercermin dalam revisi UUPPTKILN No. 39/2014 dan aturan-aturan lain menunjukkan pemerintah belum serius melindungi warganya yang bekerja diluar negeri. Lebih jauh, sikap tersebut justru membiarkan dan melanggengkan eksploitasi terhadap buruh migran dan keluarganya.

相反,新修訂的移民工條例UUPTKILN No.39/2014和其他規例,足以反映印尼政府無意認真對待國民在外工作的保障。更甚之,印尼政府的態度正正容許並延續移民工及其家庭所受到的壓榨。

Persoalan utama buruh migran adalah tidak diakui sebagai pekerja dan manusia yang punya hak dan martabat di undang-undang. Pengiriman tenaga kerja justru melegalisasikan perdagangan manusia. Sementara korban pelanggaran dan kekerasan tidak dijamin hak menuntut dan mendapat ganti rugi.
移工問題的核心,是他們不被看作工人,不享有人權的保障和法律上的尊嚴。事實上,這樣的勞動力提供令人口販賣合法化。同時,受各種虐待和暴力迫害的受害者,無法得到應有的權力以追討和獲得賠償。

Terpilihnya Eni Lestari menunjukan adanya pengakuan dunia atas suara buruh migran yang bisa menyampaikan sendiri pandangan dan tuntutannya terkait persoalan yang dihadapinya. Dari 400 nama organisasi masyarakat sipil yang mendaftar hanya 9 orang yang dipilih.

Eni Lestari在峰會上的出席,顯示了國際對移民工聲音的認可,令移工能夠傳達自己的意見和訴求。在400個民間團體的申請中,只挑選了9個人出席。

Eni Lestari adalah buruh migran Indonesia yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Hong Kong sejak tahun 1999 dan masih bekerja hingga sekarang. Karena krisis finansial Asia ketika itu, dia terpaksa merelakan mimpinya untuk melanjutkan pendidikan demi membantu keluarganya. Eni juga pernah mengalami eksploitasi ketika di penampungan PJTKI, diupah dibawah standar, tidak diberi libur, ditahan dokumennya oleh agen dan dipotong gajinya atas nama biaya penempatan.

Eni Lestari是一名印尼家務工,自1999年開始在香港工作至今。在亞洲金融危機下,她不得不放棄繼續讀書的夢想以幫補家計。Eni曾親身遭受剝削並居住庇護中心,包括中介公司轉介的工作不合標準、沒有假期、證件被中介扣留、以安置費為名扣薪金等等。

Saat ini, Eni menjabat sebagai ketua International Migrants Alliance (IMA), Pengurus JBMI, Koordinator Persatuan BMI Tolak Overcharging (PILAR) dan Juru Bicara AMCB (Asian Migrants Coordinating Body). Dia aktif menyuarakan persoalan dan tuntutan buruh migran di tingkat nasional, regional dan internasional.

現時,Eni擔任國際移民聯盟(International Migrants Alliance, IMA)主席、在港印尼移工網絡(JBMI)行政主任、印尼移民工反濫收費聯盟(Koordinator Persatuan BMI Tolak Overcharging, PILAR)統籌及亞洲移工協調組織(Asian Migrants Coordinating Body, AMCB)發言人。她著力在地區、國家、國際層面解決移工問題和訴求。

Jakarta, 27 Agustus 2016

2016年8月27日於雅加達
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

參考資料:

The Jakarta Post: http://www.thejakartapost.com/news/2016/08/27/indonesian-migrant-worker-to-speak-at-un-summit-next-month.html

UN website: https://refugeesmigrants.un.org/summit

廣告

花姐有嘢講:優衣庫,劣工廠!影片發布 [廣東話版]

轉載自 [草根.行動.媒體]
UNIQLO運動旨在揭露全球快速時尚供應鏈下中國的用工情況,藉此提升公眾對其潮流服飾背後工人議題的關注,也希望透過這份報告促使UNIQLO矯正SACOM在UNIQLO代工廠調查中所發現的勞工權利侵害。

2015 年1月,大學師生監察無良企業行動(SACOM)聯合中國勞工透視(LAC)、總部位於東京的國際人權組織Human Rights Now(HRN)共同發佈首份對UNIQLO中國兩間重要供應商——互太紡織控股有限公司(番禺)與東莞聯泰製衣有限公司—─的勞工條件調查報告。品牌母 公司迅銷集團承認報告中部份關於惡劣用工條件的事實,並且於7月31日發佈企業社會責任行動報告,發佈其於供應商所進行的糾正改善措施。隨後,我們也進行 了一次對於兩間工廠勞動情況的跟進調查,檢驗迅銷所聲稱的改善措施是否充分落實。此外,2015年年初,延續對UNIQLO供應商用工情況的關 注,SACOM完成了另外兩間UNIQLO重要供應商──東莞晶苑毛織製衣有限公司與晨風(金壇)服飾有限公司──的調查研究。

根據回訪 調查,在我們的第一份報告發佈後,兩間供應商在迅銷集團的監督下實施整改措施,包括減少兩間工廠的加班時間、給付其中一間工廠工人合法加班費、降低工作環 境的溫度與改善通風,以及增加排水管道,避免污水竄流地面所造成的潛在危險。我們肯認迅銷集團的整改措施,然而,根據調查的結果,我們仍在四個工廠中發現 以下的工人權利侵害:

1. 不安全的工作環境以及未接受充足訓練的工人
根據政府對於工業廢棄物的檢驗報告,UNIQLO的供應商曾排放含 有多種化學物質的工業廢水。然而,廠方卻未能清楚地通知工人他們平日在工作中所接觸到的化學品為何,以及其對健康的影響。此外,廠方也未提供工人充足的職 前訓練、知會工人其健康檢查的結果,因此工人的健康仍然處於危險之中。

2. 超長工作時間
由於工人的底薪十分低,唯有透過超時加班才得以獲得合理的生活工資,旺季期間,工人被要求工作長達一個星期沒有休假,加班時數甚至高達每個月176小時,嚴重違法中國勞動法。

3. 不當的薪水計算以及未依法給付加班費
廠方以固定單價計件結算工資,未能保障工人依法享有的加班費。

4. 未能繳納法定社會保險金
社會保險包括養老保險、失業保險、醫療保險、工傷保險及生育保險,能確保工人得以享有最低限度的生活水準,然而廠方未依法替工人繳納社會保險金。

5. 沒有真正的工人代表
工人缺乏選舉工人代表、透過工會與管理層定期會議、向廠方表達其想法的權利。
6. 欺淩與懲罰性的管理方法
廠方非法扣減工人工資作為細微出錯的懲罰,並透過廠內廣播系統責備產量低於昨天的工人,使工廠成為充滿壓力及不友善的工作環境。

7. 在企業社會責任審核中造假
廠方在企業社會審核員查廠時才提供工人防護設備,並提供假檔掩蓋血汗工廠實情。其中一間工廠甚至在查廠之前聚集工人、宣佈若他們能向審核員回答由管理層提供的標準答案,則會得到500人民幣的獎金。

下載英文報告:http://sacom.hk/hk/uniqlorevisit/

廣東話版:https://www.youtube.com/watch?v=_RqcI9AsXWc

花姐有话说:优衣库,劣工厂![普通话版]

https://www.youtube.com/watch?v=C35mOtJOR8Q

UNIQLO: Made for all at the cost of its workers’ suffering [English Version]

https://www.youtube.com/watch?v=7sH6XMbtZC8